Duniaweb Blog

Your Interner Life Partner

Mengapa Usai Bertengkar Timbul Hasrat Bercinta

Make up sex is the best sex, begitu kata sebagian orang. Anda yang tak pernah mengalaminya mungkin akan berpikir, pria yang mengajak bermesraan usai bertengkar adalah pria yang kurang ajar. Atau Anda berpikir, “Enak saja, habis berantem malah ngajak bercinta!” Namun bagi pasangan yang melakukannya, bercinta usai pertengkaran justru lebih memberikan sensasi yang luar biasa, dan dengan sendirinya lebih menggairahkan. Hasil penelitian tim Gordon Gallup, profesor psikologi dari University at Albany, State University of New York, pun mendukung pernyataan tersebut. Sebanyak 70,1% pria dan 58% wanita berhubungan intim usai bertengkar.
Memang, banyak dari kita yang mengalami kesulitan untuk berbaikan setelah bertengkar. Jangankan berciuman dan bercinta, saling menegur saja membutuhkan waktu hingga berhari-hari. Keengganan untuk saling mengakui kesalahan dan meminta maaf adalah penyebabnya. Namun, ini berita baik untuk Anda: suami bukan sedang ingin kurang ajar jika ia menunjukkan tanda-tanda ingin bermesraan usai beradu mulut dengan Anda.
1. Pria cenderung tidak sabar. Pria umumnya menjadi pihak yang lebih dulu menegur dan mengajak berbaikan. Ia merasa tidak nyaman dalam situasi saling diam itu, meskipun merasa dirinya tidak bersalah. Banyak pria yang tak tahan untuk tak berbicara dengan pasangannya. Ketika Anda bertengkar dengan suami pada pagi hari, mungkin saja begitu tiba di kantor ia sudah mengirimkan SMS pada Anda berisi, “Maaf ya, tadi aku marah-marah.” Atau, setelah sepanjang hari tak saling berkirim kabar, malam harinya suami muncul di depan pintu sambil memasang tampang konyol yang membuat Anda tak tahan untuk tertawa.
Solusi: Jangan biarkan kesempatan berbaikan ini lewat. Suami sudah bersedia mengambil inisiatif untuk sesuatu yang menjadi kesalahan Anda berdua. Balas saja SMS-nya, “Aku juga minta maaf”, atau, “Aku juga salah, kok.”
2. Ia berusaha meredam kemarahan Anda. Suami tahu Anda termasuk orang yang cenderung lama memendam kemarahan. Ia mungkin harus menghadapi hari yang berat di kantornya, dan tak ingin pertengkaran tersebut menambah beban dirinya. Karena itu ia berusaha meredam kemarahan Anda dengan menyentuh lengan, mengusap-usap pundak, atau menggenggam tangan Anda. Mungkin juga ada sebagian kecil dari dirinya mengetahui bahwa Anda (atau perempuan pada umumnya) akan langsung melunak jika disentuh dengan lembut.
Solusi: Jika Anda masih marah, tarik nafas dalam-dalam, lalu tatap matanya. Anda akan tahu bahwa suami benar-benar menyesal dengan pertengkaran tersebut. Berikan senyum Anda begitu berhasil mengatasi kekesalan Anda.
3. Ia ingin mengirimkan pesan bahwa ia tetap mencintai Anda. Betapa pun sengitnya pertengkaran Anda, cinta seharusnya dapat mengatasi perbedaan pendapat antara Anda dan pasangan. Ketika Anda tengah terdiam dan berpikir-pikir, suami mengambil inisiatif untuk berbaikan. Sinyal cintanya mungkin disampaikan dalam bentuk kalimat “Aku sayang sama kamu”, atau tanda-tanda fisik berupa sentuhan halus pada lengan atau wajah Anda.
Solusi: Sekesal-kesalnya hati Anda, katakan juga, “I love you.” Bukankah lebih melegakan jika Anda sudah memaafkannya, dan lebih cepat berbaikan lagi?
4. Ia ingin mencairkan suasana. Pada tahap inilah, ketika merasa Anda sudah memaafkannya, Si Dia berusaha mengintensifkan sentuhannya. Dari sekadar sentuhan, usapan, dan pelukan, suami akan mulai mencium kening Anda. Pria tahu bahwa mencium kening akan diterima oleh wanita sebagai tanda bahwa pasangannya betul-betul menyayanginya. Ia ingin mengembalikan suasana yang “panas” tersebut menjadi baik seperti sedia kala. Ketika berbaikan, Anda akan merasakan kelegaan karena berhasil melewati pertengkaran tersebut, dan merasakan cinta yang lebih dalam. Saat itulah, keinginan untuk meneruskan sesi percintaan berlanjut.
Solusi: Tunggu apa lagi? Segera berikan usapan Anda yang membuatnya meleleh.
Pada intinya, pertengkaran adalah hal biasa dalam suatu hubungan. Pertengkaran bahkan membuat hubungan Anda lebih kuat, karena itu jadikan pertengkaran sebagai tanda yang positif. Hubungan intim yang dilakukan sesudahnya (meskipun tidak harus) seringkali membuat Anda menjadi rileks, merasa masih diinginkan dan disayangi.
Perlu Anda tahu juga, pria menyukai wanita yang easy going dan mudah merasa bahagia. Pria tidak menyukai tipe wanita high maintenance yang harus dibujuk-rayu habis-habisan agar melunak. Jika Anda betul-betul menyayangi pasangan Anda, pastikan bahwa Anda peduli pada masalah yang muncul. Buang segala ego dan tunjukkan kemauan dari Anda berdua untuk mencari jalan keluar dari permasalahan. *KOMPAS*

March 20, 2009 - Posted by | General

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: