Duniaweb Blog

Your Interner Life Partner

Tanda tanda hiperseks

KEINGINAN untuk  berhubungan intim sangat tinggi. Pagi, sore, dan malam  selalu ingin bermesraan dengan suami. Kadang suami sampai tak mampu melayani. Betulkah itu semua merupakan tanda-tanda hyperseksual?
Menurut i Prof Dr Wimpie Pangkahila, Sp And, seksolog dan androlog dari Universitas Udayana seperti yang dikutip dari kompas.com  tanda tanda diatas belum tentu menggolongkan anda sebagai hiperseks.
Gejala Normal
Walaupun dorongan seksual tinggi, yang diekspresikan dengan seringnya ingin melakukan hubungan seksual, bukan berarti  hiperseksual.
Dorongan seksual dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: hormon seks, keadaan kesehatan tubuh, faktor psikis, pengalaman seksual sebelumnya, dan rangsangan seksual yang diterima. Kalau faktor tersebut mendukung, dorongan seksual terasa kuat, dan hubungan seksual sering dilakukan.
Gejala diatas  bisa jadi timbul karena adanya  faktor  sangat mendukung sehingga selalu ingin melakukan hubungan seksual. Mungkin hubungan seksual yang dilakukan selalu menyenangkan. Mungkin pula kesehatan tubuhnya dan suasana psikis yang mendukungnya baik. Maka wajar kalau anda  ingin mengulangi lagi pengalaman yang menyenangkan itu.
Sebaliknya, kalau faktor di atas tidak menyenangkan, wajar juga kalau tidak ingin melakukan hubungan seksual. Bahkan dorongan seksualnya justru lenyap sama sekali, dan tidak ingin melakukan hubungan seksual lagi.
Gambaran Hiperseks
Istilah hiperseksual (hypersex) menunjukkan suatu kelainan seksual berupa dorongan seksual yang sangat tinggi dan menetap. Hiperseksual memiliki beberapa gambaran sebagai berikut: Hubungan seksual merupakan kebutuhan yang tidak pernah terpuaskan, sering dilakukan di antara kesibukan; semata-mata ingin mengejar orgasme yang sering; hubungan seksual dilakukan tanpa emosi, hanya untuk kenikmatannya sendiri.
Biasanya seorang hiperseksual melakukan hubungan dengan banyak pasangan karena pasangan tetapnya tidak selalu bersedia melakukan hubungan dengan frekuensi sangat sering. Pada wanita, hiperseksual disebut nymphomania.
Kalau suami tidak mampu memenuhi permintaan istri untuk sering melakukan hubungan seksual, bukan berarti istri hiperseks. Sebaliknya, kalau istri tidak mampu memenuhi permintaan suami, bukan berarti suami  hiperseksual.
Merasa cukup hanya dengan bermesraan atau merangsang suami bukan berarti  anda seorang hiperseksual karena yang dikejar semata-mata kenikmatan seksual atau orgasme, tanpa keterlibatan emosi.
Kemauan dan Kemampuan
Dengan keinginan istri untuk sering berhubungan seks, sepanjang tidak ada keluhan dari suami, maka tidak ada yang mesti dirisaukan. Tidak ada dampak buruk sepanjang dilakukan sesuai dengan kemauan dan kemampuan bersama.
Andaikata suatu saat suami tidak mampu memenuhi keinginan istri untuk melakukan hubungan seksual yang sering, dan itu sampai mengganggu, tentu harus dicarikan jalan keluar.
Misalnya mencari cara substitusi, misalnya suami melakukan masturbasi terhadap istri, atau boleh juga menggunakan alat bantu yang benar.
(sumber: kompas)

March 20, 2009 - Posted by | General

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: